Catatan Kecil Kehidupan Pribadi Sehari-hari Seorang Suami, Ayah, dan ASN

Disclaimer

Blog ini merupakan pindahan dari blog www.abangdhani.net, jadi apabila ada embel-embel atau kalimat yang berhubungan dengan URL/alamat tersebut maka itu merupakan postingan lama yang tidak di-edit

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2018

Race Lari di 2018


Bagi sebagian orang yg hobi lari, race merupakan suatu ajang pembuktian latihan selama ini dan sekalian jalan-jalan juga sih. Aku bukan termasuk maniak race karena memang untuk race di luar kota butuh biaya yang tidak sedikit. Jadi aku ngikuti race kecil-kecilan aja sih di kota kebanggaan Palangka Raya
  1. Kalteng Pos Run 7k
  2. Diadakan oleh koran harian lokal Kalteng Pos. Biaya pendaftara Rp. 150.000,- (harga komunitas) menempuh jarak (dalam catatan GPS jam aku) 8,45k meskipun tajuknya 7k


  3. Mandiri Jakarta City Marathon 2018
  4. Diadakan oleh Bank Mandiri. Aku hanya dapat slot 5k seharga Rp. 125.000,- (harga early bird). Sayangnya race ini ditunda atau mungkin dibatalkan H-3 sebelum penyelenggaraan. Kecewa berat karena udah terlanjur berangkat akhirnya jalan-jalan aja sama keluarga. Di refund biaya pendaftaran tapi akomodasi enggak!

  5. Fun Run 3k (1st Anniversary Palangka Raya Runners)
  6. Diadakan oleh komunitas lari Palangka Raya Runners (Indorunners Palangka Raya) bertajuk Fun Run 3k untuk merayakan ulang tahun pertama mereka. Biaya pendaftaran Rp 80.000,-

  7. Kalteng Damai Night Run 2018
  8. Diadakan oleh TNI Angkatan Darat untuk memperingati Hari Juang Kartika. Kategori 5k (gratis)

Yah cuma 4 race (1 batal) itu aja race di tahun 2018. Semoga di tahun 2019 bisa ikutan race major minimal 1 kali lah dan kategori HM

Jumat, 05 Oktober 2018

Implementasi GERMAS Dengan Berlari



GERMAS adalah akronim dari Gerakan Masyarakat Sehat yang merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat; serta Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.

GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin.

Salah satu implementasi dari melakukan aktifitas fisik adalah dengan cara berlari. Berlari atau lari adalah cabang olahraga tertua di dunia. Sebelum menjadi sebuah cabang olahraga, lari sudah dikenal oleh peradaban-peradaban manusia kuno.Secara awam gerakan jalan dengan lari tidak ada perbedaan yang berarti. Baik jalan maupun lari adalah gerakan memindahkan tubuh dari satu titik ke titik lainnya dengan cara melangkahkan kaki secara bergantian. Jadi pengertian lari juga sama dengan jalan yaitu gerak berpindah tempat atau memindahkan tubuh daei satu titik ke titik lainnya dengan cara melangkah menggunakan kaki secara bergantian. Namun antara jalan dan lari ada perbedaan yang signifikan terutama kontak kaki dengan tanah.

Berlari dengan koordinasi gerak yang baik akan dapat menghemat banyak tenaga dan juga terhindar dari cedera.  Namun, masih banyak yang belum tahu cara berlari yang benar. Agar bisa berlari dengan benar, Anda perlu mengetahui postur dan teknik yang baik. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  1. Badan rileks, tidak kaku, dan sedikit condong ke depan.
  2. Pandangan lurus ke depan.
  3. Ayunkan lengan dengan rileks
  4. Atur irama dan panjang langkah agar tepat dan teratur
  5. Saat mendarat, mendaratlah dengan bola kaki atau telapak bagian tengah agak ke depan.
  6. Hindari menekan langkah yang terlalu keras ke tanah (vertikal). Sebaliknya, melangkah seolah-olah mendorong ke depan

Beberapa manfaat lari untuk kesehatan tubuh, yaitu dapat memperlancar aliran darah, serta meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Di samping itu, lari juga dapat memicu pengeluaran hormon dan enzim yang merangsang jantung dan otot bekerja lebih baik. Tak hanya itu, simak manfaat lari lainnya berikut ini.

Mengurangi Berat Badan
Olahraga lari dapat memicu pembakaran kalori dalam tubuh Anda. Banyaknya kalori yang dibakar dipengaruhi oleh seberapa cepat dan seberapa jauh jarak lari Anda, serta berat badan Anda.

Baik Bagi Kesehatan Lutut
Melakukan olahraga lari dapat memelihara kesehatan lutut, bahkan pada penderita arthritis sekalipun. Studi menunjukkan bahwa olahraga lari dapat menurunkan risiko arthritis pada lutut dan pinggul, serta merangsang pertumbuhan tulang rawan pada lutut. Namun apabila Anda memiliki masalah pada sendi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, sebelum memulai olahraga lari sebagai aktivitas rutin.

Mencegah Osteoporosis
Olahraga lari dapat memicu pembentukan sel-sel tulang baru. Hal ini yang membuat tulang Anda menjadi lebih kuat dan dapat menurunkan risiko terkena osteoporosis di kemudian hari.

Mengurangi Risiko Jantung Koroner
Berlari lebih dari 16 km per minggu, setidaknya bisa meningkatkan HDL atau kolesterol baik dalam tubuh Anda. Manfaat lari lainnya yang bisa Anda dapatkan yaitu berkurangnya kadar trigliserida dan lemak dalam tubuh. Dan jika Anda bisa meningkatkan jarak lari hingga 80 km per minggu, Anda akan mengalami peningkatan HDL yang signifikan.
Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang melakukan olahraga lari teratur dan lebih dari 50 menit dalam seminggu dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain melakukan olahraga teratur, Anda perlu menunjangnya dengan makanan dan gaya hidup yang sehat.

Memperbaiki Suasana Hati
Seseorang yang rutin melakukan olahraga lari, akan merasa hari-harinya lebih baik dan bahagia. Hal ini mampu meningkatkan suasana hati Anda, dan berdampak baik pada kualitas hidup Anda. Selain itu, olahraga lari juga dipercaya dapat menurunkan risiko terjadinya depresi. Hal ini karena ketika lari, tubuh melepaskan hormon endorfin yang mampu berinteraksi dengan reseptor di otak Anda untuk mengurangi persepsi tentang rasa sakit. Hormon ini juga memicu perasaan positif di dalam tubuh. Olahraga dipercaya dapat meringankan penyakit depresi ringan hingga sedang.

Meski mudah dan dapat dilakukan kapan saja, sebaiknya Anda mengetahui beberapa tips lari di bawah ini agar hasil yang didapatkan lebih maksimal dan dapat mengurangi risiko cedera yang mungkin terjadi. Beberapa hal yang harus diketahui, di antaranya:
  1. Pilih sepatu yang tepat, guna mengurangi risiko cedera.
  2. Lakukan pemanasan sebelum lari.
  3. Mulailah dengan berjalan selama lima menit atau lebih.
  4. Sisipkan lari setidaknya selama beberapa menit, kemudian kembali berjalan. Lakukan ini secara bergantian.
  5. Tingkatkan durasi lari Anda secara bertahap, hingga Anda mampu berlari tanpa berjalan.
  6. Lakukan pendinginan dengan berjalan pelan, agar detak jantung dan tekanan darah Anda kembali normal.

Selain tips di atas, perlu juga bagi Anda untuk bergabung dengan komunitas lari yang bertebaran banyak hampir di setiap kota. Untuk wilayah Kalimantan Tengah sendiri ada beberapa komunitas lari yaitu
  1. Kapuas Runners, berlokasi di Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas
  2. Palangka Raya Runners (Indorunners Regional Palangka Raya), berlokasi di Kota Palangka Raya
  3. AMRunners (Indorunners Regional Sampit), berlokasi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur
    A post shared by AMRunners (@amrunners) on
  4. Kobar Runners (Indorunners Regional Pangkalan Bun),  berlokasi di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat
    A post shared by KOBARRUNNERS (@kobarrunners) on
  5. Tewei Runners, berlokasi di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara

Senin, 15 Januari 2018

Komunitas Lari Palangka Raya Runners


Ini adalah tulisan yang sebenarnya berat untuk aku tulis. Bukan karena materinya tapi kemampuan merangkai kalimat yang semakin tumpul karena beberapa bulan terakhir berkutat dengan pekerjaan yang mayoritas berupa angka-angka. Namun karena semangat yang ditularkan dari teman-teman di komunitas ini maka semangat menulis pun mulai ada lagi. Kalo kata Ustadz Arifin Ilham, "ada iman sedikit makanya pergi ke masjid, dengan pergi ke masjid maka imannya akan bertambah". Semoga semangat menulis yang sedikit ini bisa makin bertambah. Lagian domain juga udah minta diperpanjang, sayang kan kalo di-anggurin gitu aja.

Palangka Raya Runners, ini komunitas pertama yang aku ikuti di Kota Cantik Palangka Raya. Menurut pengurusnya, komunitas ini baru saja terbentuk awal Desember 2017 dan masih belum banyak kegiatan lari, bahkan untuk jadwal tetap pun masih belum ada. Oke ga masalah yang penting aku dapat tambahan teman baru sesama hobi lari.

Akhirnya bergabung lah aku di komunitas ini, ikut di beberapa jadwal larinya dan memang benar peminat untuk komunitas ini masih bisa dibilang sangat sedikit walaupun sebenarnya banyak yang hobi lari di bilangan Jalan Katamso namun kayaknya ini komunitas belum banyak dilirik. Yang ada malah anggota komunitas yang lirak-lirik cewek-cewek yang suka lari hehe maklum anggota rata-rata para cowok masih muda.

Namun makin kesini yang ikut lari bersama makin banyak aja, apalagi setelah keluar jadwal rutin dari pengurusnya yaitu Rabu Malam dan Minggu Pagi. Begitu juga konsep lari yang fun dan cukup mampu diikuti oleh pelari amatir bahkan untuk pemula sekalipun membuat komunitas ini makin berkembang. Beberapa moment "kebetulan" bertemu bahkan lari bareng Gubernur Kalteng, beliau Bapak Sugianto Sabran, juga ga disia-siakan oleh komunitas ini untuk setidaknya berfoto bersama bahkan sempat meminta saran beliau untuk komunitas yang bahkan belum bisa dibilang seumur jagung ini.

Dukungan sosial media khususnya instagram pada komunitas ini juga luar biasa, beberapa postingan terkait jadwal, foto dan video kegiatan sempat di-posting ulang oleh beberapa akun yang cukup banyak followersnya. Ini hal yang positif sebagai media penyebaran informasi kegiatan dan juga tentunya menularkan virus lari yang bagi beberapa orang justru membuat semakin ketagihan.

Dukungan para kakak pengurus juga luar biasa. Bagi kami-kami para pemula dan amatir saat lari dikasih rute dengan jarak yang tidak terlalu jauh bahkan untuk beberapa anggota yang masih harus tertatih tetap ditemani kakak pengurus yang jadi sweeper hingga garis finish. Bahkan pada waktu tertentu, bagi yang kuat larinya bisa diajakin longrun 10k atau lebih.

Well, semoga dengan aku gabung di komunitas ini bisa menambah pertemanan yang tentunya pertemanan sehat dan harapan aku semoga bisa menjadi komunitas yang besar khususnya di Kota Palangka Raya ini.

Berikut foto-foto kegiatan Palangka Raya Runners yang aku sisipkan dari akun IG mereka.


Ini saat aku pertama ikut lari

Moment lari bersama Bapak Sugianto Sabran (Gubernur Kalteng)

Moment foto bersama Bapak Sugianto Sabran (Gubernur Kalteng)

Wuih capek juga nyisipinnya, ya udah bagi pembaca yang mau lihat video saat interview dengan Bapak Gubernur Kalteng dan juga mau lihat keseruan lainnya langsung aja kunjungi akun instagram mereka di palangkaraya_runners.

Bagi pembaca yang juga berdomisili di Palangka Raya atau pas kebetulan di Palangka Raya saat jadwal rutin komunitas ini juga silahkan gabung. Gratis dan terbuka untuk siapa saja.

Palangka Raya Runners! Itah Hadari!

Senin, 29 Mei 2017

Ngabuburit Run



Seperti anjuran para pemerhati kesehatan, olahraga tetap harus dilakukan pada saat berpuasa namun perlu diatur baik waktunya ataupun berat tidaknya suatu olahraga.

Pun begitu juga aku yang lagi belajar lari ini. Hari kedua ramadhan tahun ini kembali aku belajar lari. Bertempat di sekitar Bundara Tugu Joeang Palangkaraya yang setiap harinya ramai orang berlari. Target pun ga muluk2. Setelah pernah mampu berlari saat puasa beberapa minggu yang lalu sejauh 2 km aku pun optimis setidaknya bisa sampe jarak itu.

Sekitar jam setengah 5 sore langkah kaki berlari dimulai dari bundaran ke arah Jalan Adonis Samad. Aku selalu memilih rute ini biar dapat jarak setidaknya 1,7 km untuk bolak-balik, sisanya baru muterin bundaran sampe target tercapai atau sampe ga kuat lagi.

Mungkin karena cuaca yang memang cukup panas akhirnya aku nyerah di 1,6 km. Udah ga sanggup lagi. Mata udah mulai berkunang-kunang dan mulai terasa mau muntah. Bisa jadi ini karena cuaca yang cukup panas dan kondisi aktifitas yang memang hari itu banyakan bersantainya di rumah karena hari libur atau bisa jadi karena pace-nya kekecilan (harusnya sih pace 7 keatas)

Beberapa faktor pendukung juga nampaknya kurang mendukung. Diantaranya pake kaos yang memang kainnya agak panas dan tidak menyerap keringat serta headset bluetooth yang ga dicek sebelum berlari yang akhirnya kehabisan baterai.


Senin, 27 Maret 2017

Gowes di Kuala Kapuas


Seperti biasa, weekend saya punya agenda gowes. Nah weekend kali ini saya sedang berada di kota Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.


Kota Kuala Kapuas ini tergolong kota kecil sehingga untuk mendapatkan jarak agak susah. Kita harus sampe ke pojok-pojok kota untuk dapat jarak yang cukup jauh.

Kebetulan dirumah ada sepeda citybike punya mertua, alhasil sepeda itu dipake ngegowes muter kota kecil ini pagi-pagi.

Diawali dengan bismillah, maka mulai gowes. Tujuan pertama adalah bundaran besar yang jadi icon Kuala Kapuas yang juga merupakan kawasan hub (penghubung) antar kota dan antar propinsi.

Rute Jalan Barito menuju Jalan Cilik Riwut dan masuk ke Jalan Pemuda. Dengan jarak kurang dari 5 km, saya sudah tiba di bundaran besar ini. Dan seperti biasa saya mengabadikan momen dengan kamera belakang hp. Di Jalan Pemuda saya melewati mall satu-satunya di kota ini yaitu Citimall

Citimall
Bundaran Besar

Ornamen Etnik di Bundaran Besar

Suasana Bundaran Besar

Lanjut gowes masuk ke Jalan Jepang. 5 km pertama didapat di jalan ini. Di sepanjang jalan saya "ditemani" mobil dan truk-truk yang cukup besar dan kencang. Perlu berhati-hati ekstra di jalan ini maklumlah ini jalan lingkar luar yang biasa digunakan untuk akses dari Palangkaraya menuju Banjarmasin atau sebaliknya.

Cukup ketir-ketir di jalan besar akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke Jalan Kasturi, jalan kecil menuju perkampungan Pulau Telo agar lebih aman. Lepas dari Jalan Kasturi, saya masuk ke Jalan Garuda dengan tujuan ke GPU (Gedung Pertemuan Umum) yang letaknya di sisi Sungai Kapuas Murung. Dilokasi ini dulu pernah dijadikan Posko penanganan kecelakaan tenggelamnya kapal feri penyeberangan tradisional beberapa tahun yang lalu.

Puing Kapal Feri Tradisional

Sungai Kapuas Murung

Setelah dari GPU saya memutuskan untuk kembali ke rumah karena cuaca semakin panas. Dan akhirnya sampai di rumah dengan jarak tempuh 16 km.