Catatan Kecil Kehidupan Pribadi Sehari-hari Seorang Suami, Ayah, dan ASN

Disclaimer

Blog ini merupakan pindahan dari blog www.abangdhani.net, jadi apabila ada embel-embel atau kalimat yang berhubungan dengan URL/alamat tersebut maka itu merupakan postingan lama yang tidak di-edit

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2020

Bagi Raport Online


Wabah COVID-19 memang sedikit banyak merubah kebiasaan masyarakat termasuk dunia pendidikan. Untuk menghindari kerumunan dan mengurangi interaksi yang mungkin saja berpotensi penyebaran COVID-19 maka sekolah anakku (Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya) melaksanakan pembagian raport secara online

Beruntung sekolah anakku memang dari dulu bikin raport semacam buku binder clip. Jadi raport akan dicetak dan "dijepit" disana.

Semester ini merupakan semester kenaikan kelas. Biasanya sekolah akan memanggil orangtua siswa untuk menyerahkan kertas raport sekaligus konseling pada tanggal dan jam tertentu. Dan kedua orangtua wajib datang kecuali untuk kondisi-kondisi tertentu. Tapi kali ini tidak, kertas raport di convert ke dalam bentuk digital PDF dan diserahkan kepada orang tua melalui media online. Untuk konseling pun bisa dilakukan melalui telepon

Semoga tidak mengurangi chemistry antara orangtua dan guru sekolah

Ke depannya kami sebagai orangtua masih belum tau metode pembelajarannya seperti apa dan saya dan istri telah sepakat untuk mengambil cuti sekolah anak jika memang siswa mulai hadir ke sekolah tapi kondisi pandemi masih belum terkendali atau berakhir

Jumat, 27 Januari 2017

Ganti Bateray Henpon Sendiri


Udah hampir sebulan berlalu di tahun 2017 ini dan blog ga keurus. Udah bersarang laba-laba aja nih dan hari ini aku bertekad buat bersihin sarang laba-laba nya sekaligus pengen cerita pengalaman baru yaitu ganti bateray henpon sendiri.

Yaelah apa susahnya ganti bateray sendiri? Susah -pikiran awalnya gitu- karena henpon yang mau diganti termasuk jenis bateray yang non-removable.

Sebelumnya aku pengen cerita mengenai henpon yang akan dieksekusi ini. Henpon ini merknya Xperia dengan seri Z2 hasil hibah dari bos yang waktu itu ganti henpon. Nah awalnya bingung kenapa back cover henpon ini selalu retak. Udah 2 kali diganti dan terus retak. Setelah dilihat-lihat ternyata terjadi kecembungan atau apalah bahasanya yang mengindikasikan kalo bateraynya "hamil" alias mblendung. Awalnya pengen nyari yang harus tanggung jawab sama kehamilan bateray henpon tapi ya udahlah

Tanya servisan henpon sana-sini dan dapat termurah untuk ganti bateray seharga Rp 250rb dan back covernya Rp 100rb. Lumayan mahal akhirnya disimpan aja deh sambil nabung buat servisnya.

Nah henpon yang aku pake sekarang ini adalah henpon murah meriah. Walaupun merknya lumayan terkenal tapi masih mentok di jaringan HSDPA untuk jaringan datanya sedangkan kartu SIM yang aku punya sudah mendukung 4G.

Berbekal pengen menikmati jaringan 4G akhirnya berpikir untuk ganti henpon aja. Eh tapi ada keperluan lain yang mendesak untuk penggunaan dananya. Kepikiran tuh sama henpon yang retak-retak kemaren. Ya udah deh di servis aja. Untuk bandingin harga, aku iseng browsing di salah satu aplikasi penjualan online dan dapet tuh baterai dan back cover dengan harga yang tidak lebih dari Rp.120rb dan sudah termasuk ongkos kirim. Oke memberanikan diri dengan suara dalam hati, "beli aja lah, nanti kalo ga bisa masang anter aja ke servisan minta tolong dipasangin".

Cuss... proses pembelian selesai dan barang pun tiba. Setelah dilihat-lihat ternyata ga usah. Dengan modal peralatan obeng kecil standar + lampu (karena aku gantinya malem2)

Langkah pertama, karena back cover lama sudah pecah jadi tinggal copot secara beringas aja tuh back cover. Nampak bateray lama yang kembung

buka back cover

Pelan-pelan copot baut bateray yang buat nempel di badan henpon. Copot beberapa selotip yang masih menempel dan ternyata selotip2 tersebut utk penahan agar kabel konektor bateray biar ga copot2 sendiri. Namanya penahan yang begitu dicopot yg ditahan ikutan copot. Beres untuk melepas bateray lama
bateray lama udah dicopot. bateray lama yang di atas dan bateray baru yang dibawah


Dengan rangkaian langkah kebalikan dari copot bateray lama, akhirnya dengan cukup mudah bateray baru terpasang rapi dan kokoh.
bateray baru sudah terpasang dengan cukup mudah

Sebelum ditutup dan dirapikan, ada baiknya tuh henpon dicobain dulu untuk memastikan konektor bateray telah pada posisi yang benar.
dicoba dulu siapa tau konektor belum nyambung. Yak nyala! artinya konektor udah nyambung

Sekarang saatnya memasang back cover. Back cover ini sederhana saja hanya ada perekat di sisi-sisinya. Oh ya sebelum di pasang di badan henpon. Copot dulu NFC dari backcover lama dan pasang ke back cover baru. NFC apaan sih? googling aja ya hehe...
pindahin NFC ke back cover baru

Ternyata ada kendala untuk pemasangan back cover ini. Ternyata perekatnya tidak cukup kuat untuk nempel di badan henpon. Ambil langkah cepat, tambahin lem korea aja dikit di bagian lemnya biar nempelnya rada kuat. Pasang di badan henpon dan biarkan lem koreanya mengering. Biar rapat aku tindih pake setrikaan.
tindih pake setrikaan

Langkap selanjutnya adalah langkah yang punya sensasi luar biasa. Apa itu? ngeleteki atau mencopot lapisan plastik back cover. Wuiih rasanya....
maknyusss!!

Oke dengan selesainya ngeleteki maka bisa dianggap selesailah mengganti bateray. Hari ini mau dicoba dulu tuh henpon. Oke ga bateraynya mengingat waktu beli online seller mengklaim bateraynya punya kualitas original

Senin, 17 Oktober 2016

Kiat Memilih PowerBank


"Kok ga bisa dihubungi?", "Iya nih tadi HP nya lowbat"

Lowbat, sebuah alasan yang sangat kuat untuk tidak menghidupkan gadget anda. Aslinya sih bukan "tidak menghidupkan" tapi memang ga bisa hidup. Maklum daya pada baterai yang ada ternyata punya batasan yang sangat, sangat, sangat, dan sangaaaaat terbatas. Dengan adanya gadget yang sering kehabisan daya maka diliriklah pembuatan sebuah aki kecil yang biasa dikenal dengan powerbank.

Powerbank bisa dibilang salah satu pasangan setia gadget. Kemana bawa gadget disitu ada powerbank. Iya lah kalo baterai low kan ga bisa henponan trus ga bisa ngeksis, ga bisa selfie-an, ga bisa update status, aiiihh 4L4Y!!

Disini aku akan share pengelaman memilih-milih powerbank yang biasanya rusak karena keisenganku. Jadi dulu pernah punya powerbank merk CrossX. Udah lamaaaa banget dan kapasitasnya pun lupa berapaan yang pasti lebih kecil dari powerbank2 sekarang dan harganya juga lebih mahal. Powerbank ini rusak karena terjatuh dan meskipun bentuk fisiknya ga masalah tapi ga mau nge-charge dan di-charge lagi. Powerbank ini nemenin BB Gemini ku yang masih mentok di EDGE untuk komunikasi datanya

Kira-kira kayak gini bentuknya, gambar diambil dari sini

Eh tunggu dulu, ngetik powerbank kepanjangan. Disingkat PB aja ya... lagi males ngetik nih

PB selanjutnya aku lupa merknya dan kapasitasnya berapa tapi rusak karena keisenganku. Iseng nyambungin port output ke port input dengan harapan PB nge-charge dirinya sendiri. Alhasil rusak dah....

Setelah itu pernah juga beli PB yang kapasitasnya super gede (tulisan di chasing tuh PB sih gitu) tapi begitu di charge-kan ke Sony Experia M ku eh henpon jadi panas, PB nya juga panas. Alhasil ga berani lagi make tuh PB. Takut henpon meleduk

Jadi ceritanya waktu itu kepincut sama powerbank Xiaomi buat nemenin henpon bermerk sama tapi kapasitas baterainya udah > 3000 mAh (kapasitas baterai gede kok masih pengen beli PB?) Yah namanya juga pengen hehe... Lanjut, akhirnya browsing2 lah tentang tuh PB. Ada fitur yg paling aq suka yaitu fitur proteksi terhadap arus pendek dan arus balik (maksudnya kalo output dikonekin ke input) serta fitur autooff saat henpon sdh penuh dayanya sehingga ga over charge.

Okeh akhirnya beli juga, biar pasti ori belinya di mi.com. Barang datang walopun sempat ngejar2 jasa kurir biar cepet nyobain tu PB. Sejauh ini sih jarang dipake tapi saat make lumayan juga. Ngecarge ditinggal tidur aman karena pas penuh tuh PB mati sendiri dan yang penting juga, PB dan henpon tidak mengalami panas yang menakutkan.

Walopun jaman sekarang PB bermacam-macam merk dan jenis serta kapasitas baterainya tapi tetap yang terbaik adalah menge-charge dengan charger original+kabel originalnya. Jangan biasakan gonta-ganti charger. Penggunaan PB hanya pada saat darurat bukan untuk penggunaan sehari-hari